Senin, 06 Mei 2013

CIRRIPEDIA

http://tolweb.org/tree/ToLimages/800px-chthalamus_stellatus.250a.jpg

Cirripedia berasal dari bahasa Latin yang berarti ”kaki bergulung” merupakan satu-satunya hewan kelompok Crustacea yang hidup sesil (selain Crustacea parasit) sehingga membentuk suatu kelompok yang sangat menyimpang dari kelompok-kelompok Crustacea lainnya. Selain itu, sebagian besar anggotanya bercangkang mirip Pelecypoda, sehingga pernah dianggap sebagai anggota filum Mollusca. Baru dalam tahun 1830, ketika stadium-stadium larvanya ditemukan, dapat diketahui hubungan antara teritip dengan hewan Crustacea lainnya, sehingga teritip kemudian dikeluarkan dari filum Mollusca. Hewan-hewan teritip semua hidup di laut, dua pertiga dari 900 jenis yang dikenal hidup bebas, melekatkan diri pada bebatuan, cangkang moluska, karang, kayu terapung, dan benda-benda lain. Beberapa jenis hidup komensal pada ikan paus, penyu, ikan dan hewan lain, sedagkan sejumlah besar lainnya parasitik.


KLASIFIKASI
Dewasa bertangkai atau tidak, menempel pada substrat atau sebagai parasit, menempel dengan perekat pada antena pertama, karapas menjadi mantel yang menyelubungi tubuh, biasanya tertutup beberapa keping cangkang kapur, 6 pasang apendik thorax biramus bersetae untuk mengumpulkan makanan umumnya monooecious, larva berenang bebas, 1000 spesies, semua di laut.
Penjelasan Saintifik
Alam                 : Haiwan
Filum                :
Artropoda
Subfilum           :
Krustasia
Kelas                :
Maxillopoda
Subkelas           :
Thecostraca
Infrakelas          : Cirripedia
                                      
Burmeister, 1834


Superorder

Ordo 1. Thoracica
Ordo ini terdiri dari teritip (barnacle) dan hidup di laut. Tubuhnya ditutupi oleh cangkang kapur. Ada enam pasang embelan dada bercabang dua. Teritip adalah hermafrodit, mereka tidak membuahi teiurnya sendiri tetapi menyampaikan spermanya kepada teritip lain terdekat melalui penisnya yang dapat dijulurkan sampai beberapa inci. Telur yang dibuahi menetas menjadi nauplius planktonik, setelah ganti kulit beberapa kali menjadi sipris (cypris) yang bercangkang dan mempunyai tetesan minyak dalam cangkang sehingga masih dapat mengapung di plankton.
Ada dua bentuk umum, (a) cangkangnya dibangun langsung menempel pada substrat yang dinamakan teritip baran (acorn barnacle), contoh Bala-nuslty menempel dengan tangkai seperti kulit yang menempel pada substrat yang dinamakan teritip angsa atau teritip bertangkai (goose barnacle).
Mereka pemakan menyaring (filter feeder). Cara makan dengan mem-buka cangkangnya dan mendepakkan kakinya untuk menangkap makanan. Mereka makan. plankton. Kelompok hewan ini banyak hidup di perairan pantai pada benda-benda melekat di bawah atau di atas permukaan laut atau pada benda-benda terapung.

Ordo 2. Acrothoracica
Hewan parasit, tidak mempunyai cangkang kapur dan tubuhnya ditutupi oleh mantel besar. Contoh Alcippe lampas, jantan kecil, tak berkaki dan melekat pada betina, melubang ke dalam cangkang Natica yang berisi kelomang.

Ordo 3. Rhizocephala
Hewan parasit, tidak ada embelan tubuh, saluran pencernaan, atau pun peruasan pada hewan dewasa; melekat dengan tangkai, dengan akar-akarnya menembus ke jaringan inangnya. Contohnya Sacculina (carcini), parasit pada Crustacea Decapoda yang mendegenerasi menjadi sebuah kantung melekat pada permukaan ventral antara dada dan abdomen.

Ordo 4. Ascothoracica
Merupakan parasit pada echinodermata dan koral coelenterata, biasanya mempunyai antena pertama yang prehensil dan abdomen. Laura parasit pada anthipatbaria (black coral) coelenterata

MORFOLOGI DAN ANATOMI CIRRIPEDIA
Teritip dewasa non parasit dapat dikatakan tidak mempunyai kepala, kebanyakan tidak mempunyai abdomen, dan ruas-ruas tubuh tidak jelas. Bagian tubuh yang utama ialah kepala dan baian anterior badan (thorax). Antena pertama hanya tampak bekasnya saja berupa kelenjar perekat dan antena kedua tumbuh menyatu. Yang tampak sangat jelas dan khas adalah adanya 6 pasang apendik thorax. Eksopodit dan endopodit tiap apendik tersebut sangat panjang, beruas-ruas dan dilengkapi setae, disebut cirri darimana asal nama cirripedia. Cirri berfungsi untuk menangkap makanan. Dari 5 ordo hanya Thoracica yang buka parasit. Jenis Thoracica ada dua macam, bertangkai dan tidak bertangkai. Barnacle bertangkai mempunyai tangkai panjang (peduncle, stalk), ujung yang satu menempel pada substrat dan diujung yang lain terletak bagian tubuh yang utama (capitulum). Capitulum adalah bagian preoral. Capitulum dibungkus karapas (mantel). Pada permukaan mantel paling sedikit terdapat 5 keping penutup. Bentuk barnacle sessile mirip bentuk buah kelapa yang masih sebesar kelereng. Beberapa keping cangkang tersusun seperti genteng, terletak didasar capitulum merupakan dinding, dan dibagian atas terdapat operkulum yang terbentuk dari erga dan scuta yang dapat digerakkan. Branacle bertangkai berukuran beberapa milimeter sampai 7 cm, termasuk tangkai. Spesies tanpa tangkai umumnya berdiameter beberapa cm, kecuali beberapa spesies seperti Balanus psittatus di pantai Amerika Selatan mencapai 23 cm dan berdiameter 8 cm, spesies terkecil hanya beberapa milimeter. Sebenarnya banyak tertitip yang berwarna warni, merah, jingga, putih, kesumba, ungu atau bergaris-garis bila tidak tertutup oleh organisme sessile yang lain.



IV. HABITAT
Cirripedia hidup sebagai parasit dan terdapat di air laut yang menempel pada batuan, gundukan tanah, kulit kerang-kerangan atau hampir semua permukaan benda padat yang dapat untuk berpegangan dengan erat. Kebiasaan hidup berbeda-beda mulai dari kehidupan betul-betul bebas, komensalisme, secara kebetulan sampai kepada parasitisme patogenik ekstrim.

 

SISTEM PENCERNAAN DAN PEREDARAN DARAH

Makanannya berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala - dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
Sistem peredaran darah peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung haemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O 2 (oksigen) rendah.


MAKANAN DAN CARA MAKAN CIRRIPEDIA 
Sebagian besar cirripedia hidup bebas termasuk filter feeder dan memakan mikroplankton. Pada waktu makan, pasangan terga dan scuta terbuka dan gulungan cirri mengambang dan keluar untuk menyaring makanan. Ukuran plankton yang dimakan bervariasi beberapa jenis cirripedia termasuk karnivora karena seperti Lepas dan Tetraclita menangkap cepopoda, isopoda, dan amphipoda.

REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN CIRRIPEDIA
Cirripedia non parasit umumnya hermafrodit, biasanya terjadi silang karena pada substrat yang cocok biasanya dihuni sejumlah besar jenis yang sama dan berdekatan. Telur dierami pada kantung telur dalam rongga mantel. Telur menetas menjadi larva nauplius. Seekor tritip dapat menghasilkan lebih dari 13000 larva nauplius. Stadia nauplius sebanyak 6 instar, tidak makan, kemudian menjadi larva cypris yang mirip ostracoda.
Tubuh larva cypris dibungkus 2 keping karapas, mempunyai sepasang mata majemuk, sessile dan 6 pasang apendik thorax. Pada tempat yang cocok, larva cypris akan menempel dengan menggunakan kelenjar perekat pada antena pertama, kemudian mengalami metamoforsa dengan memanjangnya cirri, melengkungkan tubuh dan mulai tumbuh rangka luar baru (keping cangkang) dibawah karapas larva cypris yang lama.
Kutikula atau rangka luar yang melapisi bagian dalam rongga mantel dan menutupi apendik secara periodik mengalami molting sebagaimana halnya pada crustacea lain. Keping kapur atau cangkang dihasilkan oleh mantel, dan tidak diganti pada waktu molting, namun terus tumbuh menjadi besar dan tebal dengan adanya penambahan bahan-bahan (material) pada bagian tepinya. Zat perekat dihasilkan selama hidup, dan juga diadakan perbaikan pada bagian-bagian yang rusak. Zat perekat ini melekat dengan erat pada substrat. Molting pada tritip berlangsung seumur hidup.  

NILAI EKONOMIS CIRRIPEDIA
Tritip non parasit dewasa merupakan pengganggu bagi manusia karena mengganggu lunas kapal, pelampung dan tiang-tiang dilaut. Larva cypris mulai menempel pada waktu kapal berada diperairan pantai. Populasi tritip yang padat pada lunas kapal dapat mengurangi kecepatan kapal sampai 30 %, yang berarti pemborosan bahan bakar dan waktu. Beberapa upaya telah dilakukan serta banyak biaya yang dikeluarkan untuk mencegah penempelan larva pada lunas kapal, tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Berbeda dengan yang dewasa, melimpahnya larva nauplius dan cypris yang berenang bebas sebagai meroplankton merupakan sumber makanan bagi hewan pemakan plankton.
Parasit jenis Rhizocephala dapat merugikan peternakan (usaha budidaya) udang dan kepiting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar